Akper Bondowoso

Latar belakang pendirian
Pada tahun 2002 pemerintah kabupaten bondowoso merencanakan pendirian akademi keperawatan, hal ini dilatar belakangi dengan kurangnya tenaga kesehatan khususnya tenaga keperawatan dan kebidanan. Pada tahun 2002 dilakukan survey ke rumah sakit umum dr,H, Koesnadi dan dinas kesehatan ditemukan bahwa dari seluruh jumlah tenaga kesehatan yang bekerja dipemerintahan Kabupaten Bondowoso 94% berasal dari luar Kabupaten Bondowoso atau hanya 6% tenaga kesehatan yang berasal dari kabupaten bondowoso dengan fenomena tersebut maka terjadi “turn over” atas permintaan mutasi ke luar Kabupaten Bondowoso (Suhandi, 2004).
Tujuan
Pendirian akademi keperawatan mempunyai beberapa tujuan antara lain:
1.Memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya tenaga perawat.
2.Mencetak tenaga keperawatan yang berasal dari masyarakat kabupaten bondowoso dengan harapan bila lulus kelak mau ditepatkan diwilayah kabupaten bondowoso.
3.Memberikan kemudahan bagi masyarakat bagi masyarakat bondowoso dan sekitarnya untuk menempuh pendidikan keperawatan yang letaknya dekat dengan domisili masyarakat sehingga terjadi efesiensi biaya.
4.Memberikan kontribusi bagi kemajuan rumah sakit umum dr.H.Koesnadi karena dengan adanya akademi keperawatan yang letak kampusnya menjadi satu dengan rumah sakit, diharapkan merangasang tenaga kesehatan (dokter, perawat, gizi, dll) dapat mengembangkan ilmunya yaitu dengan cara ikut mengajar dan sebagian tenaga kesehatan dirumah sakit ikut belajar meneruskan diakademi keperawatan.
PROSES PERIJINAN PENDIRIAN AKADEMI KEPERAWATAN
Proses perijinan pendirian akademi keperawatan tahap 1
Proses pendirian akademi keperawatan dimulai sejak tahun 2002, di dalam mengurus perijinan pendirian akademi keperawatan harus melalui berbagai langkah antara lain:
1.Persiapan lahan kampus
Sesuai dengan arahan dari bapak menteri kesehatan yang pada saat berkunjung di kabupaten bondowoso, beliau (bapak ahmad sujudi) telah memberikan arahan bahwa kampus akademi keperawatan)
2.Persiapan gedung perkuliahan
Gedung perkuliahan didirikan pada tahun 2004 dengan dana dari APBD tahun anggaran 2003/2004. Kemudian pada tahun 2006 dibagun gedung perpustakaan dan laboratorium dengan anggaran dari APBD tahun anggaran 2005/2006.
3.Persiapan alat bantu mengajar (Audio Visual Aid)
Pengadaan prasarana berupa alat bantu mengajar dan muebel didanai oleh APBD Kab.Bondowoso tahun 2005/2006.
4.Sumber daya manusia (SDM).
Di dalam mendirikan akademi keperawatan maka diperlukan sumber daya manusia tersebut diambil dari rumah sakit, dan yang ditugasi direktur rumah sakit untuk pendirian DIII keperawatan adalah joko pranoto, S.Kep.Ns yang kemudian pemda merekrut 1 (orang) CPNS.
5.Lahan praktek
Lahan praktek terdiri dari rumah sakit klas A, B dan C, puskesmas dan rumah sakit jiwa serta panti wreda, antara lain:
RSU Dr.H.Koesnadi Bondowoso
RSU Situbondo
RSUD dr.Subandi Jember
Rumah sakit paru Jember
RS.dr.Saiful Anwar Malang
RS jiwa dr Widiodiningrat Lawang Malang
Puskesmas di Kabupaten Bondowoso
Panti wreda di Jember dan Bondowoso
Daerah binaan di wilayah Bondowoso
6.Dana
Sumber dana berasal dari APBD kabupaten bondowoso yaitu APBD tahun 2004 (pembangaunan gedung akademi keperawatan tahap I) dan tahun 2005(Pembangunan gedung akademi keperawatan tahap II)
Setelah semua persyaratan terpenuhi maka kami mengirim proposal pendirian akademi keperawatan ke departemen kesehatan RI melalui dinas kesehatan propinsi jawatimur kemudian kami disarankan oleh dinas kesehatan propinsi jawa timur untuk mengirim proposal ke PPSDM (program pemberdayaan sumber daya manusia) depkes RI di Jakarta.
Hasil dari konsultasi dari PPSDM depkes RI adalah sebagai berikut:
Berdasarkan rapat bersama antara depkes dan depdiknas bahwa yang memberikan ijin pendirian perguruan tinggi bidang kesehatan departemen kesehatan RI dalam hal ini yang ditunjuk oleh departemen kesehatan RI adalah PPSDM.
Berdasarkan surat 2032/D/T/2004 bahwa yang boleh mendirikan perguruan tinggi adalah masyarakat. (surat terlampir).
Atas dasar ini maka pemerintah kabupaten bondowoso mengajak bekerjasama dengan yayasan pendidikan gotong royong.
Proses perijinan pendirian akademi keperawatan tahap II
Saat ini sudah bekerja sama dengan yayasan gotong royong melalui universitas
Bondowoso. Pada tanggal 12 mei 2005 departemen pendidikan nasional menerbitkan surat nomer 1489/D/T/2005 perihal ijin penyelenggaraan program studi keperawatan (DIII) ada Universitas Bondowoso.

PROFIL

Program studi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso merupakan satu-satunya institusi pendidikan yang bergerak dibidang keperawatan. Latar belakang berdirinya Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso ini didasarkan pada kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Bondowoso. Hal ini sesuai dengan data dari hasil survey yang telah dilakukan pada tahun 2002 di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso dan dinas kesehatan Kabupaten Bondowoso didapatkan seluruh jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Bondowoso 94% berasal dari luar Kabupaten Bondowoso atau hanya 6% tenaga kesehatan yang berasal dari Kabupaten Bondowoso. Oleh karena itu pada tahun 2002 Pemerintah kabupaten Bondowoso merencanakan berdirinya Akademi keperawatan di Kabupaten Bondowoso dengan harapan ke depan bisa mencukupi tenaga perawat di Kabupaten Bondowoso.
Berdasarkaan surat No. 2032/D/T/2004 bahwa yang boleh mendirikan Perguruan Tinggi adalah masyarakat. Atas dasar ini maka Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengajak Yayasan Pendidikan Gotong Royong melalui Universitas Bondowoso. Sehingga pada akhirnya tanggal 12 Mei 2005 Departemen Pendidikan Nasional menerbitkan surat ijin penyelenggaran Program Studi DIII Keperawatan pada Universitas Bondowoso.
A.Gedung perkuliahan
Gedung perkuliahan didirikan pada tahun 2004 yang kemudian dilanjutkan dengan pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium.

B.Sumber Daya Manusia (SDM)
Pada awal pendirian sumber daya manusia (Pengelola, dosen, admintrasi) diambil dari RSUD dr. Koesnadi Bondowoso dan yang mendapatkan amanah dari Direktur RSUD untuk menjabat sebagai Ketua Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondwoso adalah Joko Prananto, S. Kep. Ns. M. Kes (masa bakti tahun 2005 – 2009)yang diikuti oleh semua perangkat kepegawaian dimana sebagian besar berasal dari perawat dari RSUDdr. Koesnadi bondowoso. Kemudian pada tahun 2009 Ketua Prodi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso diganti oleh Yuana Dwi Agustin, S. KM, M. Kes.

C.Struktur Organisasi tahun 2009 – 2012


D. Mahasiswa
1. Angkatan I : 120 Mahasiswa
2. Angkatan II : 114 Mahasiswa
3. Angkatan III : 75 Mahasiswa
4. Angkatan IV : 60 Mahasiswa
5. Angkatan V : 43 Mahasiswa
6. Angkatan VI : 83 Mahasiswa

E. Fasilitas
1. Laboratorium Keperawatan
2. Perpustakaan
3. Laboratorium bahasa inggris (bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Bondowoso)


F. Tempat Praktek
1. RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso
2. RSUD dr. Soebandi Jember
3. RSUD Abdur Rachman Shaleh Situbondo
4. RS Paru Jember
5. RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang
6. RSUD dr. Saiful Anwar Malang
7. Puskesmas di kabupaten Bondowoso
8. Desa Binaan di Kabupaten Bondowoso


G. Daftar Karyawan tahun 2011